Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Saturday, November 12, 2016

Ringkasan Makna, Hakikat, dan Jenis-jenis Hidayah

Assalamualaikum,

Hidayah secara bahasa bererti ar-Rasyaad (bimbingan) dan ad-Dalaalah (dalil/petunjuk).
Adapun secara syar’i, maka Imam Ibnul Qayyim membahagi hidayah yang dinisbahkan kepada Allah Ta’ala menjadi empat jenis:

1. Hidayah yang bersifat umum dan diberikan-Nya kepada semua makhluk, sebagaimana yang tersebut dalam firman-Nya:

{قَال َرَبُّنَا الَّذِي أَعْطَى كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَى}

“Musa berkata: “Rabb kami (Allah Ta’ala) ialah (Rabb) yang telah memberikan kepada setiap makhluk bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk” (QS Thaahaa: 50).

Inilah hidayah (petunjuk) yang Allah Ta’ala berikan kepada semua makhluk dalam hal yang berhubungan dengan kelangsungan dan kemaslahatan hidup mereka dalam urusan-urusan dunia, seperti melakukan hal-hal yang bermanfaat dan menjauhi hal-hal yang membinasakan untuk kelangsungan hidup di dunia.

2. Hidayah (yang berupa) penjelasan dan keterangan tentang jalan yang baik dan jalan yang buruk, serta jalan keselamatan dan jalan kebinasaan. Hidayah ini tidak bererti melahirkan petunjuk Allah yang sempurna, kerana ini hanya merupakan sebab atau syarat, tapi tidak semestinya melahirkan (hidayah Allah Ta’ala yang sempurna). Inilah makna firman Allah:

{وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى}

“Adapun kaum Tsamud, mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) daripada petunjuk” (QS Fushshilat: 17).

Ertinya: Kami jelaskan dan tunjukkan kepada mereka (jalan kebenaran) tapi mereka tidak mahu mengikuti petunjuk.

Hidayah inilah yang mampu dilakukan oleh manusia, iaitu dengan berdakwah dan menyeru manusia ke jalan Allah, serta menjelaskan kepada mereka jalan yang benar dan memperingatkan jalan yang salah, akan tetapi hidayah yang sempurna (iaitu taufik) hanya ada di sisi Allah Ta’ala, meskipun tentu sahaja hidayah ini merupakan sebab besar untuk membuka hati manusia agar mahu mengikuti petunjuk Allah Ta’ala dengan taufik-Nya.
Allah Ta’ala berfirman tentang Rasul-Nya:

{وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ}

“Sesungguhnya engkau (wahai Rasulullah Sallallahu’alaihi Wasallam) benar-benar memberi petunjuk (penjelasan dan bimbingan) kepada jalan yang lurus” (QS asy-Syuuraa: 52).

3. Hidayah taufiq, ilham (dalam hati manusia untuk mengikuti jalan yang benar) dan kelapangan dada untuk menerima kebenaran serta memilihnya. Inilah hidayah (sempurna) yang mesti menjadikan orang yang meraihnya akan mengikuti petunjuk Allah Ta’ala. Inilah yang disebutkan dalam firman-Nya:

{فإن الله يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ}

“Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi hidayah (taufik) kepada siapa yang dikehendaki-Nya” (QS Faathir: 8).

Dan firman-Nya:

{إِنْ تَحْرِصْ عَلَى هُدَاهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي مَنْ يُضِلُّ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ}

“Jika engkau (wahai Muhammad Sallallahu’alaihi Wasallam) sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya dan mereka tidak mempunyai penolong” (QS an-Nahl: 37).

Juga firman-Nya:

{إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ}

“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad Sallallahu’alaihi Wasallam) tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Dia yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang mahu menerima petunjuk” (QS al-Qashash: 56).

Maka dalam ayat ini Allah menafikan hidayah ini (taufik) dari Rasulullah Sallallahu’alaihi Wasallam dan menetapkan bagi beliau Sallallahu’alaihi Wasallam hidayah dakwah (bimbingan/ajakan kepada kebaikan) dan penjelasan dalam firman-Nya:

{وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ}

“Sesungguhnya engkau (wahai Rasulullah Sallallahu’alaihi Wasallam) benar-benar memberi petunjuk (penjelasan dan bimbingan) kepada jalan yang lurus” (QS asy-Syuuraa: 52).

4. Puncak hidayah ini, iaitu hidayah kepada Syurga dan Neraka ketika penghuninya dibawa kepadanya.
Allah Ta’ala berfirman tentang ucapan penghuni Syurga:

{وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ}

“Segala puji bagi Allah yang telah memberi hidayah kami ke (Syurga) ini, dan kami tidak akan mendapat hidayah (ke Syurga) kalau sekiranya Allah tidak menunjukkan kami” (QS al-A’raaf: 43).

Adapun tentang penghuni Neraka, Allah Ta’ala berfirman:

{احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ. مِنْ دُونِ اللهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَى صِرَاطِ الْجَحِيمِ}

“Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman-teman yang bersama mereka dan apa yang dahulu mereka sembah selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke Neraka” (QS ash-Shaaffaat: 22-23)".

Dari sisi lain, Imam Ibnu Rajab al-Hambali membagi hidayah menjadi dua:

1. Hidayah yang bersifat mujmal (garis besar/global), yaitu hidayah kepada agama Islam dan iman, yang ini dianugerahkan-Nya kepada setiap muslim.

2. Hidayah yang bersifat terperinci, iaitu hidayah untuk mengetahui perincian cabang-cabang Iman dan Islam, serta pertolongan-Nya untuk mengamalkan semua itu. Hidayah ini sangat diperlukan oleh setiap mukmin di siang dan malam.

Sumber Kfiqh

*****


SEMINAR KEAJAIBAN AL-QURAN 2.0
Bersama Dr. Abdul Basit Abdul Rahman bagi tajuk: Bagaimana al-Quran Boleh Menjadi Kitab Hidayah



10 Disember 2016
- Dewan Kuliah Utama, Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (UM)
- 8.00 pagi - 6.00 petang

Bagi yang berminat untuk menyertai seminar ini, boleh lah mendaftar di link ini.

Terima kasih

Friday, April 11, 2014

Ramadhan Menurut Al- Quran dan Hadith Sahih

Assalamualaikum,

Saya terima satu email from my friend. So, I thought I would like to share this with you, readers, since Ramadhan pun dah tak lama. Kurang lebih dalam 87 hari saja lagi. Siapa yang masih belum habis ganti puasa, masa ni lah kena speed sikit. Hehehe...


A. KELEBIHAN BULAN RAMADHAN

Ramadhan adalah bulan yang mulia yang padanya ada kebaikan dan keberkatan. Allah swt dan Rasul saw telah menjelaskan kelebihan bulan ini, antaranya:
1. Bulan yang diturunkan padanya Al-Quran:

Dalilnya:
Allah berfirman (maksudnya):
"Bulan ramadhan, bulan yang diturunkan padanya (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara haq dan batil), barang siapa antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada bulan itu.."
[Al-Baqarah: 185]

2. Bulan yang padanya ada Lailatul Qadr:

Dalilnya:
Allah berfirman (maksudnya):
"Sesungguhnya, kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada lailatul qadr. Dan tahukah kamu apakah lailatul qadr itu? Lailatul Qadr itu adalah lebih baik dari seribu bulan"
[Al-Qadr: 1-3]

3. Bulan yang padanya dibelenggu syaitan, dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka

Dalilnya:
Nabi saw bersabda (maksudnya):
"Apabila tiba ramadhan; telah dibuka pintu-pintu syurga, telah ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syaitan-syaitan"
[HR Al-Bukhari: 3277, Muslim: 1079]

B. KELEBIHAN BERPUASA DI BULAN RAMADHAN
1. Puasa di Ramadhan menjanjikan pengampunan dosa:

Dalilnya:
Nabi saw bersabda (maksudnya):
"Barang sesiapa yang yang berpuasa ramadhan kerana didorong oleh iman dan mengharapkan keredhaan Allah, maka diampun
kan baginya dosa-dosanya yang lalu"
[HR Al-Bukhari: 38, Muslim: 175]

2. Puasa di Ramadhan menjanjikan syurga:

Dalilnya:
Nabi saw bersabda (maksudnya):
“Barang siapa yang beriman dengan Allah dan Rasul-Nya, dan mendirikan solat, dan berpuasa di bulan ramadhan, maka telah layak baginya untuk dimasukkan oleh Allah ke dalam syurga"
[HR Al-Bukhari: 2637]
 

So, sama - sama lah kita berdoa agar diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan dan juga banyakkan berdoa agar Ramadhan kalli ini lebih berkualiti dari tahun sebelum. Insya Allah... :)

Thursday, November 17, 2011

10 Sebab Doa Kita Tidak Diterima

Assalamualaikum,

Tadi saya terbaca buku hadith 40 (Mustafa Abdul Rahman, Dewan Pustaka Fajar, 2008). Tengah belek - belek buku tu, saya tertarik dengan hadith ke-10, mengenai baik dan halal - syarat diterima doa. Some of you may know about this hadith but some may not (macam saya yang baru juga tau... hihi). So I try to summarize and share it. Hadith tersebut bermaksud:

Dari Abu Hurairah ra. katanya, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah Ta'ala itu baik, tidak Ia terima melainkan yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintah orang2 mu'min dengan apa yang Ia perintahkan kepada sekalian rasul. Maka Allah Ta'ala berfirman (seperti yang disebut dalam hadith, yang ertinya): Hai sekalian rasul! Makanlah dari yang baik2 dan beramallah akan yang baik. Dan Ia berfirman: Hai sekalian orang yang beriman! Makanlah dari segala yang baik2 yang telah rezekikan kepada kamu. Kemudian ia menyebutkan seorang lelaki yang jauh perjalanan, yang kusut rambutnya lagi berdebu mukanya menghulurkan dua tangannya ke langit (berdoa): Hai Tuhanku! Hai Tuhanku! Pada hal makanannya haram dan (mulutnya) disuapkan dengan yang haram; maka bagaimanakah akan diperkenankan baginya?
[Riwayat Ahmad no 8348, Muslim no.1015 dan al-Tirmizi no.2922]


Selain daripada makanan yang haram, segala perbuatan yang haram atau maksiat juga antara sebab - sebab doa kita tidak diterima. Daripada hadith ini juga kita dapat lihat bahawa betapa Allah menjaga segala apa yang kita makan, dari mana sumber makanan tersebut dan juga kelakuan kita.

Ketika Ibrahim bin Adham (seorang ahli tasawwuf yang masyhur) berada di tengah - tengah pasar Basrah, beliau dikerumuni oleh orang ramai. Di antara mereka ada yang bertanya: Mengapakah doa mereka tidak dikabulkan Allah padahal mereka selalu berdoa kepadaNya? Beliau menjawab: Kerana hati kamu buta disebabkan sepuluh perkara, iaitu:

1. Kamu mengenal Allah, tetapi kamu tidak tunaikan hak-Nya
2. Kamu sangka bahawa kamu cinta kepada Rasulullah saw tetapi kamu tinggalkan sunnahnya.
3. Kamu telah membaca al-Quran, tetapi kamu tidak beramal dengannya
4. Kamu telah makan nikmat - nikmat Allah, tetapi kamu tidak tunaikan syukur-Nya
5. Kamu telah berkata syaitan itu musuh kamu tetapi kamu tidak menentangnya
6. Kamu telah berkata bahawa syurga itu benar tetapi kamu tidak beramal untuknya
7. Kamu telah berkata bahawa neraka itu benar tapi kamu tidak lari daripadanya
8. Kamu telah berkata bahawa mati itu benar tapi kamu tidak bersedia baginya
9. Kamu bangun dari tidur lalu kamu ceritakan segala keaiban manusia tapi kamu lupa keaiban kamu sendiri
10. Kamu kebumikan mayat-mayat manusia tetapi kamu tidak mengambil iktibar daripada mereka.

Semoga kita mendapat pengajaran dan reflect balik diri kita daripada sepuluh perkara ini... Allah itu baik, tidak akan diterima melainkan yang baik. Sama - sama kita berubah menjadi insan yang baik. InsyaAllah. :)

Tuesday, August 9, 2011

5 Bonus Khas Ramadhan

Assalamualaikum,

Sebagai persediaan untuk menghadapi bulan Ramadhan. Jom kita check apakah bonus dan kelebihan di bulan mulia ini?


5 bonus khas Ramadhan:

Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: "Umatku diberikan lima perkara yang belum pernah diberikan kepada umat2 terdahulu ketika Ramadhan iaitu:

Bonus 1: Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi daripada kasturi di sisi Allah.

Bonus 2: Para malaikat beristighfar untuk mereka sehingga mereka berbuka.

Bonus 3: Allah memperindahkan syurg-Nya setiap hari dan berfirman: 'Hampir2 hamba2-Ku yang soleh akan dicampakkan pelbagai kesukaran dan penderitaan lalu kembali kepadamu.' (Mereka sanggup bersusah payah di dunia demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat)

Bonus 4: Syaitan2 dibelenggu, tidak dibiarkan lepas seperti pada bulan2 selain Ramadhan.

Bonus 5: Mereka akan mendapat keampunan pada akhir malam (orang yang beramal akan disempurnakan pahala setelah selesai mengerjakannya)."

Mengenai bonus yang kelima ini, ada sahabat yang bertanya kepada Baginda s.a.w: "Ya Rasulullah, apakah itu berlaku pada lailatul qadar?" Baginda menjawab: "Bukan, tetapi pelaku kebaikan akan disempurnakan pahalanya seusai menyelesaikan amalnya."

(riwayat Ahmad)

sumber: majalah solusi

Semoga dengan sedikit info ni, kita lagi bersemangat nak berpuasa dengan penuh ketaqwaan.. insyaAllah. :)

Thursday, July 7, 2011

Al-Quran, Jawapan Kepada Semua Persoalan

Assalamualaikum,

Recently, saya terbaca satu entry solihin zubir yang bertajuk, "Kenapa aku diuji? maka Al-Quran menjawab"... if i'm not mistaken, rasanya saya pernah terbaca entry yang lebih kurang sama dekat blog kawan saya. Tapi blog kawan saya ni sudah di'private'kan... tak dapat saya nak kongsikan link blog kawan saya tu..

Saya nak quote some of the questions (or should i say, the most common questions) being raised by us and the answers to the questions...

Kenapa Aku Diuji Sampai Macam Ni?

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman," sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. " -(Surah Al-Ankabut ayat 2-3)

Kenapa Aku Selalu Tak Dapat Apa Yang Aku Nak?

" ..... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. " -(Surah Al-Baqarah ayat 216)

Kenapa Ujian Terhadapku Ini Sangat Berat?


"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." -(Surah Al-Baqarah ayat 286)

selanjutnya, boleh dibaca di sini.

and another interesting article yang saya terjumpa ialah berkenaan Tony Blair, former prime minister of England membaca al-Quran setiap hari. you might want to read it here.

A few of his words are, "I read the Qur’an [Koran] every day. Partly to understand some of the things happening in the world, but mainly just because it is immensely instructive." and it is also mentioned that "Mr Blair has previously praised the Muslim faith as ‘beautiful’ and said the Prophet Mohammed had been ‘an enormously civilizing force’."

Jika seorang non-Muslim boleh membaca Al-Quran setiap hari untuk mendapatkan jawapan dan petunjuk untuk permasalahan dunia sekarang, mengapa kita sebagai seorang Muslim tidak mengamalkan perkara yang sama? It is such a shame if we never practice to read the Al-Quran everyday, AT LEAST sebaris ayat...

Semoga kita semua dapat mengamalkan membaca Al-Quran setiap hari, sebab ustazah saya ada mengatakan, ayat - ayat dalam al-Quran ni juga merupakan doa. Who knows that one day, when you read it Allah akan memakbulkan apa yang kita baca. :) Walau apa pun permasalahan kita pada hari ini, kita perlu berbalik semula kepada Al-Quran dan hadis. InsyaAllah kita akan dapat penyelesaiannya.

Abu Musa Al-Asj'ary r.a berkata Rasulullah bersabda: "Perumpamaan seorang mukmin yang membaca al-Quran ialah ibarat buah limau, baunya harum dan enak rasanya sedangkan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca al-Quran adalah ibarat buah kurma yang tidak berbau tapi manis rasanya. Adapun perumpamaan orang munafik yang membaca al-Quran ialah bagaikan wewangian baunya harum tapi pahit rasanya sedangkan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca al-Quran adalah bagaikan buah hanzolah tidak berbau lagi pahit rasanya"
[Riwayat Bukhari Muslim]

This is also a reminder for myself.